Suatu saat kita membutuhkan untuk menghentikan proses pengecoran. Hal ini bisa diakibatkan oleh cuaca yang tiba-tiba memburuk, pompa beton rusak, supply beton terhenti / belum sampai di tempat, atau karena ada area yang belum siap untuk dicor misalnya karena tulangan belum terpasang semua. Perlu dipersiapkan construction joint / sambungan beton lama dengan yang baru agar terjadi lekatan yang baik.
Tampilkan postingan dengan label beton bertulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beton bertulang. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Januari 2010
Cor Beton
Apa saja yang harus diperhatikan pada saat pengecoran beton agar didapat hasil yang bagus?
Label:
beton bertulang
Kamis, 07 Januari 2010
Plastik dibawah plat lantai di atas tanah
Plastik cor memiliki kegunaan yang penting untuk aplikasi pelat lantai di atas tanah / slab on ground. Plastik cor dapat dibeli di toko bangunan, upayakan platik memiliki ketebalan yang cukup, sekitar 0.05 - 0.1mm agar tidak mudah robek bila terinjak-injak pada saat memasang tulangan pelat ataupun wiremesh.
Label:
beton bertulang,
Lantai
Rabu, 06 Januari 2010
Selimut / Cover Beton
Selimut beton / cover beton / daging beton adalah daerah beton terluar setelah tulangan, sedangkan daerah beton dalam tulangan ikat / ties / stirrup / beugel adalah inti beton. Apa kegunaan dari selimut beton?
Label:
beton bertulang,
kebakaran
Selasa, 05 Januari 2010
Penyambungan Tulangan
Panjang baja tulangan yang ada di pasaran biasanya 12m ditekuk menjadi 2. Struktur beton bertulang yang akan kita cor tentunya memiliki ukuran yang bervariasi sehingga panjang tulangan pun tidak bisa sama, dan penyambungan tulangan pasti diperlukan. Tetapi penyambungan tulangan harus memperhatikan dimana kita sebaiknya menyambung dan berapa panjang penyambungannya agar struktur sesuai dengan yang kita harapkan. Pada intinya penyambungan tulangan diupayakan diletakkan di daerah yang memiliki tegangan tarik yang lebih rendah.
Label:
beton bertulang,
tulangan
Kamis, 10 Desember 2009
Lantai retak
Plat beton yang langsung di cor di atas tanah sering kita lihat retak tidak beraturan. Hal ini dikarenakan karena beton mengalami susut, dan tulangan yang ada di dalamnya tidak mampu untuk menahan gaya tarik yang terjadi. Hal ini terlabih terjadi pada lantai yang luas ataupun perbandingan lebar dan panjangnya cukup signifikan, misalnya koridor / pathways.
Untuk mengatasi hal ini, pada beton perlu diberikan joint yang berfungsi untuk memberikan perlemahan sehingga retak pasti akan terjadi pada tempat dimana kita aplikasikan joint. Perlemahan tersebut dengan memberikan ketebalan lebih tipis dan memutus tulangan / wiremesh secara berselang-seling pada plat sehingga gaya tarik yang terjadi akan lebih kecil.
Lokasi joint secara umum berjarak maksimal 6m, dengan perbandingan lebar panjang tidak lebih dari 2. Jadi apabila kita mempunyai pelat 18 x 18 maka ada 2 joint masing-2 arah. Apabila kita mempunyai pelat 2 x 12, maka ada 2 joint melintang (maksimum 1 : 2).
Lokasi joint juga harus disesuaikan dengan lokasi joint pada finishing, misalnya tepat dilokasi nat / sambungan anatar keramik. Hal ini agar keramik juga diberi perlemahan untuk daerah tersebut, bukan malah melawan gaya tarik yang terjadi di pelat beton yang dapat membuat keramiknya sendiri mengalami retak.
Apabila diperlukan, material sealent untuk penutup dan pencegah bocor / rembers dapat diaplikasikan pada joint tersbut. Selain memperhatikan joint, juga harus diperhatikan mutu beton dan juga beton tidak terlalu tipis
Apabila luasan lantai sangat besar sehingga tidak dapat dicor dalam satu waktu, maka diperlukan construction joint yang didetail secara khusus yang pada intinya tetap dapat mentransfer gaya geser / vertical yang terjadi agar tidak terjadi perbedaan penurunan, akan tetapi memperbolehkan terjadinya rotasi. Construction joint ada beberapa type misalnya keyed joint yaitu dengan memberikan lekukan di tengah tebal plat pada salah satu sisi stop cor agar dapat diisi dengan beton pada saat pengecoran plat berikutnya. Yang kedua adalah dengan doweled joint, yaitu memberikan tulangan yang agak besar, misalnya tulangan polos diameter 20 yang ditempatkan ditengah plat yang di stop cor sehingga terdapat panjang tulangan yang masih tersisa untuk pengecoran pelat berikutnya. Pemasangan dowel ini harus lurus dan pada satu level. Perlu aplikasi bitumen / bahan lain sehingga memberikan kebebasan gerak bagi dowel bar untuk bergerak ke arah memanjangnya.
Apabila luasan lantai sangat besar sehingga tidak dapat dicor dalam satu waktu, maka diperlukan construction joint yang didetail secara khusus yang pada intinya tetap dapat mentransfer gaya geser / vertical yang terjadi agar tidak terjadi perbedaan penurunan, akan tetapi memperbolehkan terjadinya rotasi. Construction joint ada beberapa type misalnya keyed joint yaitu dengan memberikan lekukan di tengah tebal plat pada salah satu sisi stop cor agar dapat diisi dengan beton pada saat pengecoran plat berikutnya. Yang kedua adalah dengan doweled joint, yaitu memberikan tulangan yang agak besar, misalnya tulangan polos diameter 20 yang ditempatkan ditengah plat yang di stop cor sehingga terdapat panjang tulangan yang masih tersisa untuk pengecoran pelat berikutnya. Pemasangan dowel ini harus lurus dan pada satu level. Perlu aplikasi bitumen / bahan lain sehingga memberikan kebebasan gerak bagi dowel bar untuk bergerak ke arah memanjangnya.
Label:
beton bertulang,
Lantai
Minggu, 06 Desember 2009
Dak Beton
Musim hujan telah tiba. Masalah bocor di rumah pun banyak terjadi. Kebocoran biasanya terjadi di daerah sambungan antara genteng dan dinding / ban-banan, genteng dan bubungan, juga mungkin dari sela-sela genteng apabila kemiringan atap telalu landai dan hujan terjadi disertai angin. Pada kesempatan kali ini, akan coba dibahas bocor yang terjadi pada atap dak beton.
Atap dak beton apabila tidak didesain dengan baik dapat mengakibatkan kebocoran dan kemungkinan yang lebih parah apabila hal ini dibiarkan terus menerus terjadi adalah tulangan dalam beton dapat berkarat yang akhirnya dapat menyebabkan atap beton gagal / runtuh.
Label:
atap,
beton bertulang
Kamis, 26 November 2009
Beton bertulang
Beton dan Tulangan
Sudah lazim di masyarakat kita sekarang ini menggunakan beton dan besi tulangan yang dinamakan “beton bertulang / reinforced concrete” baik pada gedung bertingkat maupun pada rumah tinggal ataupun bangunan lain. Sebenarnya apakah itu beton? Beton adalah campuran semen, kerikil, pasir dan air. Air digunakan untuk reaksi semen agar bisa menjadi keras. Perbandingan antara bahan-bahan tersebut dapat memberikan kekuatan yang berbeda-beda pula. Besi tulangan (reinforcement) sebenarnya kurang tapat bila disebut sebagai besi, karena yang benar adalah baja tulangan. Baja adalah merupakan campuran logam-logam seperti besi, carbon, mangaan, chromium, nikel, tembaga. Perbandingan bahan-bahan yang digunakan itu juga akan menghasilkan kekuatan yang berbeda-beda.
Sudah lazim di masyarakat kita sekarang ini menggunakan beton dan besi tulangan yang dinamakan “beton bertulang / reinforced concrete” baik pada gedung bertingkat maupun pada rumah tinggal ataupun bangunan lain. Sebenarnya apakah itu beton? Beton adalah campuran semen, kerikil, pasir dan air. Air digunakan untuk reaksi semen agar bisa menjadi keras. Perbandingan antara bahan-bahan tersebut dapat memberikan kekuatan yang berbeda-beda pula. Besi tulangan (reinforcement) sebenarnya kurang tapat bila disebut sebagai besi, karena yang benar adalah baja tulangan. Baja adalah merupakan campuran logam-logam seperti besi, carbon, mangaan, chromium, nikel, tembaga. Perbandingan bahan-bahan yang digunakan itu juga akan menghasilkan kekuatan yang berbeda-beda.
Label:
beton bertulang,
readymix,
tulangan
Langganan:
Postingan (Atom)